Anak dan Petasan; (Ke)Lalai(an)kah?

Kebutuhan dasar yang penting bagi anak adalah adanya hubungan orang tua dan anak yang sehat dimana kebutuhan anak, seperti: perhatian dan kasih sayang yang continue (berulang dan intensif), perlindungan dari ancaman, dorongan untuk belajar dan berkreatifitas, serta pemenuhan kebutuhan perkembangan anak harus dipenuhi oleh orangtua.

Kegagalan dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut akan berdampak negatif pada pertumbuhan fisik serta perkembangan intelektual, mental, dan sosial anak. Karena pada dasarnya anak mencontoh tindakan dan perilaku orang dewasa disekitarnya, anak membutuhkan itu untuk membentuk karakter dan pribadinya.

Lantas bagaimanakah jika anak-anak bermain petasan?

Sedikit merujuk pada beberapa tulisan, petasan didefinisikan sebagai peledak berdaya rendah (low explosive), benda ini merupakan turunan dari bunga api. Uniknya peraturan yang mengatur peredaran dan pengawasannya diadopsi dari jaman kolonial Hindia Belanda kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, yang tetap menjadi acuan saat ini.

Lantas siapakah yang lalai disini? Pemerintahkah atau orang tuakah? Kemudian bagaimana anak-anak dapat menjangkau benda tersebut, apakah si penjual adalah orang yang tidak memiliki anak atau mungkin hidup di negara antah berantah … 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s